Penyakit dekompresi: The Perils of Excessive Air Pressure


Petualangan, ketegangan, dan keberanian --- ini adalah hal-hal yang mendefinisikan scuba diving. Scuba adalah singkatan dari Self-Contained Underwater Breathing Apparatus. Jenis penyelaman seperti ini adalah tindakan berenang di bawah air dengan menggunakan peralatan pernapasan dan tangki oksigen mandiri. Dengan membawa sumber udara terkompresi, seorang penyelam scuba dapat tinggal di bawah air untuk waktu yang lebih lama dengan menggunakan teknik menahan nafas sederhana. Scuba diving memungkinkan individu untuk mengeksplorasi lebih dalam bawah laut, daripada beberapa meter di bawah permukaan. Namun, bentuk penyelaman ini juga membawa risiko yang dimiliki oleh kegiatan olahraga lainnya. Studi terbaru menunjukkan bahwa kemungkinan kematian saat scuba diving agak lebih tinggi daripada tinju dan hampir 40 kali lebih tinggi daripada bermain sepak bola atau ski air.

Banyak bahaya yang dimiliki kegiatan ini terkait dengan tekanan. Suatu kondisi yang disebut penyakit dekompresi biasanya terjadi di antara para penyelam scuba. Ketika seorang penyelam menghirup udara ke paru-parunya pada tekanan yang menyerupai kedalaman air, tekanan pada tubuhnya juga meningkat. Tekanan meningkat dengan cepat di bawah air dengan tekanan menggandakan setiap 30 kaki. Setelah menghirup dari silinder scuba pada 30 kaki, tindakan naik ke permukaan menghasilkan ekspansi udara di dada saat tekanan udara menurun. Karena itu, udara yang mengembang akan perlu keluar, biasanya dari mulut atau hidung, menggelegak sampai ke permukaan. Jika saluran udara menjadi tertutup, udara mungkin tidak dapat keluar dan akan meluas di paru-paru, ini dapat menyebabkan paru-paru meletus dan menyebabkan konsekuensi yang mengancam jiwa. Udara bisa keluar dari paru-paru yang meletus ke rongga dada, melarikan diri ke pembuluh darah, dan membawa gelembung ke jantung dan otak, yang bisa sangat fatal. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas, nyeri dada, dan kadang-kadang kematian. Beberapa gejala umum penyakit dekompresi mungkin termasuk nyeri sendi (gejala yang paling umum dan dapat berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu) kelelahan ekstrim, mati rasa, pusing ringan, dan ruam kulit. Gejala lain mungkin termasuk kelemahan di lengan atau kaki, kehilangan kesadaran, dan nyeri dada.


Untuk meminimalkan risiko penyakit dekompresi, penyelam harus melakukan hal berikut:

Menyelam dan naik perlahan di dalam air, dan jangan tinggal di kedalaman terdalam Anda lebih lama dari yang disarankan. Scuba penyelam biasanya menggunakan tabel selam yang menunjukkan berapa lama Anda bisa tetap berada di kedalaman tertentu.
Jangan terbang dalam 24 jam setelah menyelam.
Jangan minum alkohol sebelum menyelam.
Hindari hot tub, sauna, atau pemandian air panas setelah menyelam.
Pastikan Anda terhidrasi dengan baik, cukup beristirahat, dan siap secara fisik sebelum Anda menyelam. Jika Anda baru-baru ini mengalami penyakit serius, cedera atau operasi, bicaralah dengan dokter Anda sebelum menyelam.

Individu tertentu harus menghindari scuba diving karena risiko kesehatan yang mungkin mereka hadapi. Orang yang memiliki cacat, asma, riwayat pecah paru-paru, atau penyakit jantung harus meminta persetujuan dokter dan spesialis kesehatan lainnya sebelum memutuskan untuk menyelam. Individu dengan selangkangan hernia yang belum diperbaiki harus menghindari scuba diving karena meluasnya gas di hernia dapat menyebabkan gejala.

Mempertahankan tekanan darah dan pemberian oksigen adalah beberapa perawatan rutin untuk penyakit darurat yang terkait dengan scuba diving. Obat utama untuk penyakit dekompresi adalah penggunaan ruang oksigen hiperbarik. Ruang ini adalah ruang bertekanan tinggi yang memungkinkan pasien untuk menerima 100% oksigen. Obat ini dapat membalikkan perubahan tekanan yang memungkinkan gelembung-gelembung gas terbentuk. Ruang ini juga membantu mendorong nitrogen kembali ke bentuk cairnya, yang biasanya dicapai dalam beberapa jam. Sebagian besar kasus penyakit dekompresi dapat diobati dengan oksigen hiperbarik. Dokter mungkin menyarankan perawatan berulang jika gejala penyakit dekompresi masih tetap ada.

Seperti olahraga dan hobi lainnya, bahaya scuba diving dapat diminimalkan jika individu akan mengambil langkah-langkah keamanan yang diperlukan. Individu yang ingin terlibat dalam kegiatan ini harus meminta persetujuan dokter untuk menghindari penyakit yang tidak diinginkan lainnya dari berkembang.

Kesimpulan:

Artikel itu berbicara tentang bahaya yang mungkin berkembang melalui scuba diving. Olahraga atau hobi ini telah mendapatkan persetujuan banyak orang karena petualangan dan sensasi yang ditimbulkannya. Namun, banyak penyelam tidak melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan yang harus dilakukan untuk mencegah efek yang tidak diinginkan berkembang.

0 Response to "Penyakit dekompresi: The Perils of Excessive Air Pressure"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel